Jumat, 13 Oktober 2017

SINOPSIS FILM TAARE ZAMEEN PAR



      NAMA                                   : ALVIN MA`VIYAH
      NPM                                       : 1601030001
      SEMESTER                          : 3
      MATA KULIAH                  : KESEHATAN MENTAL
      DOSEN PENGAMPU         : USWATUN HASANAH, M.Pd.I.
      JURUSAN/KELAS              : PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PIAUD/A)
      FAKULTAS                          : TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN  
                             


HASIL ANALISIS FILM TAARE ZAMEEN PAR

  
Taare Zameen Par mengisahkan seorang pelajar sekolah dasar (SD) kelas tiga, Ishaan Nandkishore Awasthi (8-9 tahun) yang mempunyai kelainan yang disebut disleksia. Disleksia adalah kondisi ketidakmampuan belajar pada seseorang yang disebabkan oleh kesulitan pada orang tersebut dalam melakukan aktivitas membaca dan menulis. Akibat kelainan tersebut, Ishaan selalu menjadi sasaran kemarahan gurunya di sekolah. Tak jarang ia sering disebut "bodoh" dan bahkan "idiot". Karena tak pernah berhasil menunjukkan peningkatan hasil belajarnya di setiap mata pelajaran, untuk menyelamatkannya agar bisa naik kelas, karena sudah dua kali ia tidak berhasil naik kelas, maka orang tuanya mengirimnya ke sekolah asrama yang jauh dari rumahnya. Tentu dengan harapan Ishaan bisa membaca dan menulis. Dan bisa berprestasi seperti kakaknya Yohan yang merupakan bintang di sekolahnya.
Ishaan menolak keputusan orang tuanya. Namun ia tetap dikirim ke asrama. Dengan berat hati, ia dilepas orang tuanya. Disinilah keharuan juga sangat terasa, saat Ishaan berpisah dengan ayah, ibu, dan kakaknya. Setelah berada di sekolah asrama, Ishaan tak juga menunjukkan kemajuan. Ia masih tetap kesulitan membaca dan menulis. Guru-gurunya mengeluhkan hal ini. Bahkan perlakuan yang sama dari guru juga ia dapatkan di sekolah asrama. Sampai akhirnya ia putus asa untuk bersekolah. Huruf-huruf ia ibaratkan bagaikan kalajengking yang siap menggigitnya. Ishaan menjadi pendiam, sangat jarang mau berbicara. Di kelas ia selalu diam dan tak bersemangat dalam mengikuti pelajaran.
Diasrama barunya Ihsaan di perlakukan sama dengan di sekolah lamanya, setiap guru yang mengajarnya tidak ada yang mengerti kondisi yang di alami oleh Ihsaan. Di asrama ini Ihsaan sering mendapatkan tekanan dari guru-gurunya dan teman-temannya. Di sekolah baru/ asrama oleh gurunya Ihsaan diminta untuk menerjemahkan isi dari sebuah puisi yang dibacakan temannya, tapigurunya tidak suka dengan pendapatnya, padahal Ihsan menjelaskan isi puisi tersebut dengan sangat benar, berdasarkan pendapatnya. Dengan perlakuan kasar yang di berikan guru-gurunya Ihsan menjadi lebih defresi lagi, ia membuang semua buku-bukunya dan selalu merasa ketakutan, ia merasa dirinya tidak ada yang peduli, merasa sendiri, dan hilangnya percaya diri.
Hingga datang seorang guru yang enerjik mengajar kesekolah tersebut. Ia bernama Ram Shankar Nikumbh (Amir Khan). Ram Shankar Nikumbh adalah sebagai guru pengganti di sekolah itu dan dia juga mengajar di sebuah sekolah yang menangani Anak Berkebutuhan Khusus. Ram kemudian menelusuri sebab-sebab kenapa Ishaan menjadi pendiam, pemurung, dan tak semangat dalam belajar. Ia melihat buku tulis Ishaan dan mengamatinya. Dari sanalah ia mengetahui Ishaan mempunyai kelainan Disleksia. Ram juga melihat betapa Ishaan mempunyai bakat yang luar biasa dalam melukis. Ia melihat  Ishaan sebagai anak yang cerdas, namun selama ini orang tua maupun gurunya tidak memperhatikan hal itu. Sehingga metode mengajar kepada Ishaan disamakan dengan anak-anak lainnya. Bagi Ram, Ishaan tidaklah bodoh dan idiot seperti yang diperkirakan guru maupun orang tuanya. Hanya butuh kesabaran dan teknik khusus dalam mengajarinya.
Untuk mengembalikan kepercayaan diri Ishaan yang sudah berada di titik nol, Ram masuk ke kelas dan menceritakan murid-muridnya mengenai tokoh-tokoh ternama yang berhasil menggoreskan sejarah di dunia dengan karya dan pemikiran mereka. Tokoh-tokoh yang diceritakan Ram awalnya mengidap Disleksia. Sebut saja Albert Einstein, Leonardo Da Vinci, Walt Disney, Pablo Picasso, Neil Diamond, Agatha Christie, dan aktor Bollywood Abishek Bachan. "Kenapa aku menceritakan ini kepada kalian?" tanya Ram kepada murid-muridnya. Ia mengatakan orang-orang seperti ini adalah permata yang berhasil mengubah dunia. "Mereka melihat dunia dengan cara berbeda. Pemikiran mereka unik dan tidak ada yang mengerti. Mereka pun melawan. Sekarang mereka muncul sebagai pemenang dan dunia dibuat terkejut," terang Ram memberi pencerahan. Ternyata dulunya ia juga seorang pengidap Disleksia.
Cerita Ram di depan kelas itu bisa membangkitkan semangat dan kepercayaan diri Ishaan. Ram kemudian dengan sabar mengajar Ishaan membaca dan menulis dengan penuh kesabaran dan kasih sayang. Sampai akhirnya Ishaan bisa membaca juga menulis. Hasilnya ia bisa naik ke kelas berikutnya. Tak hanya itu, dala  lomba lukis yang diadakan sekolahnya, Ishaan berhasil menjadi juara. Lukisannya pun dijadikan sampul buku tahunan sekolahnya
Cerita ini sangat menyentuh. Cerita yang dibangun dalam film ini berhasil membuka kesadaran siapapun mengenai metode sebenarnya dalam mendidik seorang anak. Terlebih bagi seorang anak pengidap Disleksia. Film ini ingin menyampaikan pencerahan kepada kita semua baik orang tua maupun guru bahwa anak dengan Disleksia adalah sebuah keajaiban. Jangan terlalu cepat menghakimi anak bodoh, idiot, dan stigma negatif lainnya. Namun harus dicari dimana letak persoalannya. Intinya adalah mendidiklah dengan hati. Menjadi seorang guru bukan hanya sekadar untuk mengajar mata pelajaran, memberi soal-soal dan tugas tapi tugas utama adalah mendidik. Tapi sayang banyak guru saat ini hanya mampu mengajar, bukan mendidik.
Dari film taare zameen par saya dapat menyimpulkan bahwa gangguan Disleksia tidak bersifat permanen karena Disleksia dapat di sembuhkan dengan memberi perhatian yang lebih, memberikan kasih dan sayang, menumbuhkan rasa percaya diri, dan anak diajarkan dengan cara atau metode yang sesuai dengan yang di butuhkan anak Disleksia. Dalam film taare zameen par juga terdapat 2 sifat seorang pendidik yang sangat berbanding  jauh. Sifat pendidik pertama yaitu, pendidik yang tidak mengerti apa yang dibutuhkan oleh peserta didiknya, tidak memahami karakteristik dari masing-masing peserta didiknya, tidak mengerti bagaimana cara menyelesaikan masalah mengenai kesulitan belajar yang dihadapi peserta didiknya, seorang pendidik yang hanya melihat dari satu sisi kelemahan peserta didiknya tanpa mencoba mencari tahu apa kelebihannya, dan seorang pendidik yang hanya bisa menyalahkan peserta didiknya.
Dan sifat pendidik kedua yaitu, pendidik yang berbanding jauh memiliki perbedaan dengan sifat pendidik yang pertama. Seorang pendidik yang mengerti apa kebutuhan peserta didiknya, pendidik yang mampu menyelesaikan masalah kesulitan belajar dari peserta didiknya, seorang pendididk yang berlaku sama terhadap peserta didiknya tanpa membeda-bedakan, seorang pendidik yang mampu mengetahui apa bakat yang ada pada peserta didiknya, dan yang paling menakjubkan yaitu seorang pendidik yang mau merelekan waktunya untuk tetap membimbing dan mendidik peserta didiknya yang mempunyai kesulitan belajar berupa kelainan disleksia sampai anak tersebut bisa melawan disleksia.
PESAN :
Pesan yang saya dapat dari film ini, yaitu:
1.      Jangan memandang kepintaran (kecerdasan) seorang anak dari CALISTUNG (Baca, Tulis, dan Berhitung) nya, karena masih banyak lagi jenis kecerdasan yang lain.
2.      Berilah perhatian kepada anak yang mengalami Disleksia atau pun anak yang tergolong ABK (Anak Berkebutuhan Khusus).
3.      Bawalah suasana belajar anak kedalam suasana bermain, karena dunia anak adalah dunia bermain.

Selasa, 26 September 2017

KESEHATAN MENTAL

NAMA                           : ALVIN MA`VIYAH
NPM                              : 1601030001
SEMESTER                 : 3
MATA KULIAH          : KESEHATAN MENTAL
DOSEN PENGAMPU : USWATUN HASANAH, M.Pd.I.
JURUSAN                    : PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PIAUD/A)
FAKULTAS                  : TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

                                               


A.    Ciri-Ciri Mendasar Dari Kepribadian Yang Sehat Menurut Berbagai Para Ahli Kepribadian
Berikut ini beberapa pendapat dari para ahli kepribadian, yaitu:
1.      Menurut Allport
Gordon W. Allport tidak menggambarkan perkembangan kepribadian menurut tingkatan-tingkatan yang jelas, seperti halnya dengan perkembangan diri. Kekurangan perhatian terhadap perkembangan kepribadian ini adalah sesuai dengan kepercayaannya bahwa kepribadian dewasa lebih merupakan fungsi dari masa sekarang dan masa yang akan datang seseorang daripada masa lampaunya. Pandangan Allport tentang sifat sifat khusus dari kepribadian sehat, terdapat tujuh kriteria kematangan (schultz dan schultz,2005).
a.       Perluasan perasaan diri
b.      Hubungan diri yang hangat dengan orang orang lain
c.       Keamanan emosional
d.      Keterampilan-keterampilan dan tugas-tugas
e.       Pemahman diri
f.       Filsafat hidup yang mempersatukan
2.      Menurut Rogers
Apabila orang-orang bertanggung jawab terhadap kepribadian mereka sendiri dan mampu memperbaikinya, maka mereka harus menjadi makhluk yang sadar dan rasional. Rogers percaya bahwa orang-orang yang dibimbing oleh persepsi sadar mereka sendiri tentang diri mereka dan dunia sekitar mereka, bukan oleh kekuatan-kekuatan tidak sadar yang tidak dapat mereka control. Menurut rogers, manusia yang rasional dan sadar, tidak dikontrol oleh peristiwa-peristiwa masa kanak-kanak, seperti pembiasaan akan kebersihan (toilet training), penyapihan yang lebih cepat atau pengalaman-pengalaman seks sebelum waktunya.
Rogers mengemukakan bahwa pengalaman-pengalaman masa lampau dapat mempengaruhi cara bagaimana kita memandang masa sekarang, yang pada gilirannya mempengaruhi tingkat kesehatan psikologis kita. Jadi, pengalaman pengalaman masa kanak kanak adalah penting tetapi fokus Rogers tetap pada apa yang terjadi dengan kita sekarang bukan kepada apa yang terjadi waktu itu.
a.       Motivasi orang yang sehat (aktualisasi)
Rogers menempatkan suatu dorongan  - suatu kebutuhan fundamental – dalam sistem nya tentang kepribadian, yakni memeliharakan, mengaktualisasikan dan meningkatkan semua segi individu. Kecendrungan ini dibawa sejak lahir dan meliputi komponen komponen pertumbuhan fisiologis dak psikologis, meskipun selama tahun tahun awal kehidupan, kecenderungan tersebut lebih terarah kepada segi segi fisiologis.
b.      Orang orang yang berfungsi sepenuhnya
aktualisasi diri berlangsung terus; tidak pernah merupakan suatu kondisi yang selesai atau statis. Tujuan ini (orientasi ke masa depan) ini, menarik individu kedepan, yang selanjutnya mendiferensiasikan dan mengembangkan segla segi dari diri. Aktualisasi diri merupakan suatu ujian, rentangan, dan pecutan terus menerus terhadap semua kemampuan seseorang.
Disamping ulasan ulasan yang bersifat umum ini, Rogers juga memberikan lima sifat orang yang berfungsi sepenuhnya (schultz dan schultz, 2005)
1)      Keterbukaan pada pengalaman
2)      Kehidupan eksistensial
3)      Kepercayaan terhadap organisme sendiri
4)      Perasaan bebas
5)      Kreativitas
3.      Menurut Fromm
Erich Fromm mengembangkan model pribadi yang sehat dengan  menyebutnyasebagai orang yang produktif. Salah satu hal yang tampak adalah dorongan yang dimiliki oleh orang yang memiliki kepribadian sehat. Apa yang penting dalam mempengaruhi kepribadian ialah kebutuhan-kebutuhan psikologis yang tidak dimiliki oleh binatang-binatang lebih rendah.  Orang-orang yang sehat memuaskan kebutuhan-kebutuhan psikologis secara kreatif dan produktif.
4.      Menurut Frankl
Viktor Frankl percaya bahwa hakikat dari eksistensi manusia terdiri dari tiga faktor yaitu spiritualitas, kebebasan, dan tanggung jawab. Spiritualitas dapat dipengaruhi oleh dunia material, namun ia tidak disebabkan atau dihasilkan oleh dunia material itu. Mungkin paling baik kita dapat memikirkannya sebagai roh atau jiwa. Kita memiliki dan harus menggunakan kebebasan kita untuk memilih bagaimana kita akan bertingkah laku jika kita menjadi sehat secara psikologis.
Akhirnya kita juga harus menerima tanggung jawab terhadap pilihan. Logotherapy memperingatkan kita akan tanggung jawab kita dengan cara ini, :Hiduplah seolah-olah anda hidup untuk kedua kalinya, dan bertindak salah untuk pertama kalinya, kira-kira demikian anda bertindak sekarang”. Frankl percaya bahwa jika kita berhadapan dengan situasi ini, kita akan tetap menyadari tanggung jawab berat yang kita miliki untuk setiap jam dan setiap hari. (1)
B.     Ciri utama sehat mental menurut Rogers
Hal yang pertama dikemukakan tentang versi Rogers mengenai kehidupan yang sehat (kepribadian yang sehat) bukan merupakan suatu keadaan dari ada, melainkan suatu proses, “suatu arah bukan suatu tujuan”. Aktualisasi diri berlangsung terus tidak pernah merupakan suatu kondisi yang selesai atau statis. Tujuan ini menarik individu ke depan, yang selanjutnya mendiferensiasikan dan mengembangkan segala segi dari diri. (2)
C.    Dorongan utama orang yang sehat menurut Frankl
Dalam sistem Frankl, ada satu dorongan yang fundamental, yakni “kemauan akan arti” yang begitu kuat, sampai-sampai mampu mengalahkan semua dorongan lain pada manusia. Kemauan akan arti sangat penting untuk kesehatan psikologis dan dalam situasi-situasi yang gawat. Kemauan akan arti diperlukan sebagai upaya tetap hidup. Tanpa arti untuk kehidupan, tidak ada alas an untuk meneruskan kehidupan. Arti kehidupan tentu saja (sungguh-sungguh) khas (istimewa) dan unik bagi setiap individu. Sama seperti arti kehidupan, tugas-tugas kehidupan seseorang individu adalah riil (nyata). (3)
D.    Kebutuhan utama orang sehat mental menurut Erich Fromm
Menurut Erich Fromm terdapat lima kebutuhan utama orang yang sehat, yaitu:
1.      Hubungan
Manusia menyadari hilangnya ikatan utama dengan alam dan dengan satu sama lain. Kita juga mengetahui bahwa masing-masing dari kita adalah terpisah, sendirian, dan tak berdaya. Sebagai akibatnya, kita harus mencari ikatan-ikatan baru dengan orang lain, kita harus menemukan suatu perasaaan hubungan dengan mereka untuk menggantikan ikatan-ikatan kita yang hilang dengan alam. Fromm percaya bahwa pemuasan kebutuhan untuk berhubungan atau bersatu dengan orang lain ini sangat penting untuk kesehatan psikologis.
2.      Transedensi
Permasalahan yang berhubungan erat dengan kebutuhan akan hubungan ialah kebutuhan manusia untuk mengatasi atau melebihi peranan-peranan pasif sebagai ciptaan. Karena menyadari kodrat lehairan dan kematian aksidental dan watak eksistensi yang serampangan, manusia didorong untuk melebihi keadaan tercipta menjadi “pencipta”, sebagai pembentuk yang aktif dari kehidupannya sendiri.
3.      Berakar
Hakikat dari kondisi manusia – kesepian dan tidak berarti – timbul dari pemutusan ikatan-ikatan utama dengan alam. Tanpa akar-akar ini orang tak berdaya, jelas merupakan kondisi yang amat berat. Akar-akar baru harus dibangun unuk mengganti ikatan-ikatan sebelumnya dengan alam. Seperti kebutuhan-kebutuhan lainnya, akar dapat dicapai secara positif atau negative. Cara yang ideal ialah membangun suatu perasaan persaudaraan dengan sesama umat manusia.
4.      Perasaan identitas
Manusia juga membutuhkan perasaan identitas sebagai individu yang unik, suatu identitas yang menempatkannya terpisah dari orang-orang lain dalam hal perasaannya tentang dia, siapa dan apa. Cara yang sehat untuk memuaskan kebutuhan ini adalah individualitas, proses dimana seseorang mencapai suatu perasaan tertentu tentang identitas diri.
 Sejauh mana kita masing-masing mengalami suatu perasaan yang unuk tentang diri (selfhood) tergantung pada bagaimana kita berhasil memutuskan ikatan-ikatan sumbang dengan keluarga, suku, atau bangsa kita. Orang-orang dengan perasaan individualitas yang berkembang baik mengalami diri mereka seperti lebih mengontrol kehidupan mereka sendiri, dan kehidupan mereka tidak dibentuk oleh orang-orang lain.
5.      Kerangka orientasi
Bertalian dengan pencarian suatu perasaan diri yang unik ialah suatu pencarian frame of preference atau konteks dimana seseorang menginterpretasikan semua gejala dunia. Setiap individu harus merumuskan suatu gambaran konsisten tentang dunia yang memberikan kesempatan untuk memahami semua peristiwa dan pengalaman. Dasar yang ideal untuk kerangka orientasi adalah “pikiran”, yakni sarana yang digunakan seseorang untuk mengembangkan suatu gambaran realistis dan objektif tentang dunia.(4)
E.     Makna orang yang matang versi Allport
            Menurut Allport, orang yang matang memiliki tujuh kriteria, yaitu:
1.      Perluasan perasaan diri
Ketika diri berkembang, diri itu meluas menjangkau banyak orang dan benda. Mula-mula diri berpusat hanya pada individu. Kemudian ketika lingkaran pengalaman bertumbuh, maka diri bertambah luas meliputi nilai-nilai dan cita-cita yang abstrak. Dengan kata lain, ketika orang menjadi matang, dia mengembangkan perhatian-perhatian di luar diri. Akan tetapi, tidak cukup hanya berinteraksi dengan sesuatu di luar diri, seperti pekerjaan. Orang harus menjadi pastisipan yang langsung dan penuh.
2.      Hubungan diri yang hangat dengan orang-orang lain
Allport membedakan dua macam kehangatan dalam hubungan dengan orang-orang lain, yakni kapasitas untuk keintiman dan kapasitas untuk perasaan terharu. Orang yang sehat secara psikologis mampu memperlihatkan keintiman (cinta) terhadap orang tua, anak, partner, dan teman akrab. Sesuatu yang dihasilkan oleh kapasitas untuk keintiman ini adalah suatu perasaan perluasan diri yang berkembang baik.
Tipe kehangatan yang kedua (perasaan terharu) adalah suatu pemahaman tentang kondisi dasar manusia dan perasaan kekeluargaan dengan semua bangsa. Orang yang sehat memiliki kapasitas untuk memahami kesakitan-kesakitan, penderitaan-penderitaan, ketakutan-ketakutan dan kegagalan-kegagalan yang merupakan cirri kehidupan manusia. Empati ini timbul melalui “perluasan imajinatif” dari perasaan seseorang terhadap kemanusiaan pada umumnya.
3.      Keamanan emosional
Sifat dari kepribadian yang sehat ini meliputi beberapa kualitas. Kualitas utama adalah penerimaan diri. Kepribadian yang sehat mampu menerima semua segi dari keberadaan mereka, termasuk kelemahan-kelemahan dan kekurangan-kakurangan yang ada tanpa menyerah secara pasif. Misalnya orang yang matang dapat menerima dorongan seks mereka tanpa menjadi terlalu sopan atau tertekan seperti dapat terjadi dengan orang-orang neurotis.
Kepribadian-kepribadian yang sehat juga mampu menerima emosi-emosi manusia, mereka bukan tawanan dari emosi-emosi mereka dan mereka juga tidak berusaha bersembunyi dari emosi-emosi itu. Kualitas lain dari keamanan emosional ialah apa yang disebut “sabar menghadapi kekecewaan”.  Orang-orang yang sehat senantiasa bersabar menghadapi kemunduran-kemunduran, mereka tidak menyerahkan diri kepada kekecewaan, tetapi mampu memikirkan cara-cara yang berbeda yang kurang menimbulkan kekecewaan untuk mencapai tujuan-tujuan yang sama atau tujuan-tujuan substitusi.
4.      Persepsi realistis
Orang-orang yang sehat memandang dunia mereka secara objektif. Sebaliknya irang-orang yang neurotis kerap kali harus merubah realitas supaya membuatnya sesuai dengan keinginan-keinginan, kebutuhan-kebutuhan, dan ketakutan-ketakutan mereka sendiri. Orang-orang yang sehat tidak perlu percaya bahwa orang-orang lain atau semua situasi-situasi adalah jahat atau semacamnya baik menurut suatu prasangka pribadi terhadap realistis. Mereka menerima realistis sebagaimana adanya.
5.      Keterampilan-keterampilan dan tugas-tugas
Allport menekankan pentingnya pekerjaan dan perlunya menenggelamkan diri sendiri di dalamnya. Keberhasilan dalam pekerjaan menunjukkan perkembangan keterampilan-keterampilan dan bakat-bakat tertentu suatu tingkatan kemampuan. Tetapi tidaklah cukup hanya memiliki keterampilan-keterampilan yang relevan, kita juga harus menggunakan keterampilan-keterampilan itu secara ikhlas, antusias, melibatkan dan menempatkan diri sepenuhnya dalam pekerjaan kita.
Pekerjaan dan tanggung jawab memberikan arti dan perasaan kontinuitas untuk hidup. Tidak mungkin mencapai kematangan dan kesehatan psikologis yang positif tanpa melakukan pekerjaan yang penting dan melakukannya dengan dedikasi, komitmen, dan keterampilan-keterampilan.
6.      Pemahaman diri
Kriteria ini terkandung dalam petunjuk lama “kenallah dirimu!”, tentu merupakan suatu tugas yang sulit. Usaha untuk mengetahui diri secara objektif mulai pada awal kehidupan dan tidak  akan pernah berhenti. Tetapi ada kemungkinan encapai suatu tingkat pemahaman diri (self-objectification) tertentu yang berguna dalam setiap usia. Kepribadian yang sehat mencapai suatu tingkat pemahaman diri yang lebih tinggi daripada orang-orang yang neurotis. Orang yang memiliki suatu tingkat pemahaman diri yang tinggi tidak mungkin memproyeksikan kualitas-kualitas pribadinya yang negative kepaada orang-orang lain.
7.      Filsafat hidup yang mempersatukan
Orang-orang yang sehat senantiasa melihat ke depan, didorong oleh tujuan-tujuan dan rencana-rencana jangka panjang. Orang-orang ini mempunyai suatu perasaan akan tujuan, suatu tugas untuk bekerja sampai selesai, sebagai batu sendi kehidupan mereka, dan ini memberi kontinuitas bagi kepribadian mereka. Memiliki nilai-nilai yang kuat, jelas memisahkan orang-orang yang sehat dari orang-orang yang neorotis. Suara hati juga ikut berperan dalam suatu filsafat hidup yang mempersatukan. Suara hati yang matang adalah suatu perasaan kewajiban dan tanggung jawab kepada diri sendiri dan kepada orang lain, dan mungkin berakar dalam nilai-nilai agama atau nilai-nilai etnis. (5)
Referensi:
1)   Dede Rahmat Hidayat dan Herdi, Bimbingan Konseling “Kesehatan Mental di Sekolah”, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya) , 2013, hlm. 55-78
2)    Dede Rahmat Hidayat dan Herdi, Bimbingan Konseling “Kesehatan Mental di Sekolah”, hlm. 65-66
3)    Dede Rahmat Hidayat dan Herdi, Bimbingan Konseling “Kesehatan Mental di Sekolah”, hlm. 78
4)    Dede Rahmat Hidayat dan Herdi, Bimbingan Konseling “Kesehatan Mental di Sekolah”, hlm. 72-76
5)    Dede Rahmat Hidayat dan Herdi, Bimbingan Konseling “Kesehatan Mental di Sekolah”, hlm. 56-62


PEMIKIRAN-PEMIKIRAN K.H ABDURRAHMAN WAHID (GUS DUR) YANG TETAP RELEVAN DENGAN PERKEMBANGAN ZAMAN

PEMIKIRAN-PEMIKIRAN K.H ABDURRAHMAN WAHID (GUS DUR) YANG TETAP RELEVAN DENGAN PERKEMBANGAN ZAMAN K.H. Abdurrahman Wahid yang akrab ...